Untuk Diakui Sebagai Wakil Nabi, Mustopa NR Pernah Hadirkan Tokoh Agama dan Masyarakat di Rumahnya

Sedang Trending 6 bulan yang lalu

Mustopa NR Pernah Kumpulkan Tokoh Agama dan Masyarakat di Rumahnya Sebelum Serang Kantor MUI

Eramuslim.com – Pelaku penyerangan instansi MUI, Mustopa NR sudah beberapa kali mau mendapat pengakuan sebagai wakil nabi. Dari hasil pemeriksaan saksi, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Hengki Haryadi menuturkan, Mustopa pernah mengundang massa di rumahnya.

Pengumpulan massa itu dilakukan Mustopa lantaran mau diakui sebagai wakil nabi. “Tahun 1997, menurut keterangan istri dan penduduk sekitar, nan berkepentingan pernah mengumpulkan penduduk dan tokoh kepercayaan di rumah nan bersangkutan,” kata Hengki saat konvensi pers di Polda Metro Jaya, Jumat, 5 Mei 2023.

Berdasarkan keterangan family Mustopa, jumlah orang nan datang saat itu lebih dari 20 orang. Tetapi tidak ada satupun dari mereka nan menanggapi narasi laki-laki berumur 60 tahun itu.

“Pada saat nan berkepentingan menyampaikan bahwa wakil nabi, tidak ditanggapi dan pada saat itu para peserta langsung bubar,” tutur Hengki.

Kemudian Mustopa mulai menulis surat nan ditujukan kepada pemerintah daerah sejak 2003. Tingkatan tembusan suratnya mulai dari kecamatan, kabupaten, provinsi, apalagi ke presiden.

Selanjutnya pada tahun 2016, pelaku juga menyampaikan narasinya di DPRD Lampung. Dia pun pernah terjerat kasus perusakan pada tahun itu dan divonis tiga bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Tanjung Karang.

Menurut Hengki, dia tidak termasuk dalam kategori orang nan lenyap logika dan bisa bertanggung jawab. “Bisa menginsafi perbuatannya itu salah alias benar, tidak masuk dalam kategori peniadaan pidana,” ujar Hengki Haryadi.

Pria nan mengaku wakil nabi itu akhirnya menyerang instansi MUI setelah mengirimkan surat agar ditinya diakui. Dalam penembakan instansi MUI Pusat itu, Mustopa NR melukai tiga saksi menggunakan senjata air gun. Dia dinyatakan tewas setelah sempat tidak sadarkan diri saat ditangkap. Dokter forensik Polri mengungkap penyebab kematiannya adalah serangan jantung.

Sumber: tempo

Selengkapnya
Sumber Eramuslim.com
Eramuslim.com
Atas