Ramadan: Bulan Pembersih, Peninggi, dan Harapan

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Bulan Ramadan merupakan bulan nan diidamkan oleh orang-orang mukmin lantaran mempunyai banyak keutamaan dan keisitimewaan di dalamnya nan tidak dimiliki bulan-bulan selainnya. Ada banyak keistimewaan bulan Ramadan nan mungkin sudah sering kita dengar alias baca. Namun, dalam tulisan ini kita rangkum beragam keistimewaan bulan mulia tersebut menjadi tiga pokok bahasan.

Bulan Ramadan: Bulan pembersih

Di antara keistimewaan bulan Ramadan adalah sebagai pembersih dan pelebur dosa-dosa. Hal ini sebagaimana nan disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Salat lima waktu, (salat) Jumat ke Jumat (berikutnya) serta (puasa) Ramadan ke Ramadan (berikutnya) menghapus dosa-dosa di antara mereka selama menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Bahkan, ada sabda nan lebih unik menerangkan bahwa setiap siang dan malam di bulan Ramadan kita dapat di ampuni dosa-dosanya,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa berpuasa Ramadan dengan keagamaan dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya nan telah lampau diampuni. Dan barangsiapa salat pada Lailatul Qadar imanan wa ihtisaban (dengan keagamaan dan mengharap pahala), dosa-dosanya nan telah lampau diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam sabda nan lain disebutkan,

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa nan menunaikan salat malam (salat tarawih) di bulan Ramadan dengan keagamaan dan mengharap pahala, dosa-dosanya nan telah lampau diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ada banyak kesempatan mendapat pembebasan di bulan Ramadan, baik pada siang harinya dengan puasa alias malam harinya dengan salat tarawih. Sehingga andaikan ada nan tidak diampuni di bulan Ramadan, maka sungguh sangat merugi dan banget keterlaluan! Dalam suatu sabda disebutkan bahwa orang nan tidak diampuni di bulan Ramadan merupakan orang nan celaka.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda,

رَغِمَ أَنْفُ عَبْدٍ أَوْ بَعُدَ دَخَلَ عَلَيْهِ رَمَضَانُ فَلَمْ يُغْفَرْ لَهُ

“Celakalah seorang hamba nan mendapati bulan Ramadan, kemudian Ramadan berlalu dalam keadaan dosa-dosanya belum diampuni (oleh Allah Ta’ala).” (HR. Ahmad dan Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad. Hadis sahih.)

Sudah sepatutnya kita bermohon dan sangat berambisi kepada Allah Ta’ala agar kita diampuni selama bulan Ramadan.

Baca juga: Kunci Meraih Ampunan

Bulan Ramadan: Bulan peninggi

Keistimewaan bulan Ramadan selanjutnya adalah tingginya nilai pahala nan Allah Ta’ala berikan. Ada ibadah ibadah nan lebih baik dari seribu bulan, ada nan Allah setarakan dengan haji, apalagi ada ibadah nan nilai pahalanya tak terbatas.

Pada lailatul qadr Allah lipatgandakan ibadah pada malam tersebut hingga lebih baik dari seribu bulan.

Allah Ta’ala berfirman,

لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3)

Syekh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullah menyebutkan bahwa, “Amalan nan dilakukan di malam Lailatul Qadar lebih baik daripada ibadah nan dilakukan di seribu bulan nan tidak terdapat Lailatul Qadar. Itulah nan membikin logika dan pikiran menjadi tercengang. Sungguh menakjubkan, Allah memberi karunia pada umat nan lemah bisa beragama dengan nilai seperti itu. Amalan di malam tersebut sama dan melampaui ibadah pada seribu bulan. Lihatlah, umur manusia seakan-akan dibuat begitu lama hingga delapan puluh tahunan.” (Tafsir As-Sa’di, hal. 977)

Selain itu, ada pula ibadah nan Allah setarakan dengan haji, sebagaimana nan disabdakan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

فَإِذَا كَانَ رَمَضَانُ اعْتَمِرِى فِيهِ فَإِنَّ عُمْرَةً فِى رَمَضَانَ حَجَّةٌ

“Jika Ramadan tiba, berumrahlah saat itu lantaran umrah Ramadan senilai dengan haji.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam lafaz lainnya disebutkan,

فَإِنَّ عُمْرَةً فِيهِ تَعْدِلُ حَجَّةً

“Umrah pada bulan Ramadan senilai dengan haji.” (HR. Muslim)

Terlebih lagi, ada ibadah nan pahalanya tanpa batas, ialah puasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

كل عمل ابن آدم له إلا الصوم فإنه لي وأنا أجزي به

“Setiap ibadah manusia adalah untuknya, selain puasa, karena dia hanyalah untukku dan Akulah nan bakal memberikan ganjaran padanya secara langsung.” (HR. Bukhari 7: 226 dari sabda Abu Hurairah radhiyallahu’ anhu)

Baca juga: Benarkah Pahala Itu Sebanding dengan Tingkat Kesulitan Sebuah Amal?

Bulan Ramadan: Bulan harapan

Ramadan adalah bulan di mana angan nan kita panjatkan lebih diijabah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda,

ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُومِ

“Ada tiga golongan nan angan mereka tidak ditolak: (1) orang nan berpuasa hingga dia berbuka, (2) pemimpin nan adil, dan (3) angan orang nan dizalimi.” (HR. Ahmad 2: 305. Syekh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sabda ini sahih)

Dalam sabda nan lain disebutkan,

إن لله تبارك وتعالى عتقاء في كل يوم وليلة _ يعني في رمضان _ , وإن لكل مسلم في كل يوم وليلة دعوة مستجابة

“Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta’ala memberikan kebebasan dari siksa neraka pada setiap malam –yakni di bulan Ramadan- dan sesungguhnya setiap muslim pada waktu siang dan malam mempunyai angan nan terkabul (mustajabah).” (HR. Ahmad 12: 420. Hadis ini disahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami’ no. 2169)

Selain waktu di atas, ada banyak kesempatan mustajab nan bisa kita maksimalkan untuk memperbanyak angan seperti waktu sahur, di antara azan dan ikamah, pada hari Jum’at, dan pada lailatul qadr.

Jangan lupa juga untuk banyak bermohon agar di bulan Ramadan agar kita termasuk hamba nan mendapatkan ampunan-Nya dan tergolong insan nan di terima amalan-amalan-Nya.

Baca juga: Cinta, Takut dan Harap Kepada Allah

***

Penulis: Arif Muhammad N.

Artikel: Muslim.or.id

Selengkapnya
Sumber Muslim.or.id
Muslim.or.id
Atas