Polda Metro Jaya Larang Sahur On The Road, Pelanggar Bakal Ditindak Tegas

Sedang Trending 8 bulan yang lalu

eramuslim.com – Polda Metro Jaya melarang adanya iring-iringan Sahur on The Road (SOTR) alias membagikan makanan selama bulan Ramadan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, larangan tersebut mendasar tentang Undang-undang nomor 22 gahun 2009 tentang lampau lintas dan pikulan jalan.

“SOTR di sini kan kembali memandang ya, keramaian nan sifatnya umum ini adalah berkarakter melibatkan orang banyak tentunya,” kata Trunoyido saat di Lapangan Parkir Timur Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (19/3/2023).

“Di situ juga ada patokan nan berkarakter pelanggaran ataupun mengganggu ketertiban terkait dengan konvoi di jalan umum ialah tentang UU no 22 tahun 2009 ialah lampau lintas dan pikulan jalan,” sambungnya.

Meski demikian, Trunoyudo menyampaikan, konvoi alias konvoi di jalan diperbolehkan jika mempunyai izin dan mempunyai kepentingan tertentu. Hal itu sesuai dengan PP nomor 60 tahun 2017 tentang keramaian konvoi dan pawai nan diatur di beberapa pasal terkait dengan keramaian dan juga arak-arakan.

“Dengan perizinan pemberitahuan kegiatan masyarakat dalam perihal ini, ada pemohon kemudian izin lokasi, tapi ketentuannya ini mengimbau H-7 pelaksaan pawai diperbolehkan alias tidak diperbolehkan memandang pada situasi ini,” katanya.

Selain konvoi dalam SOTR, Trunoyudo juga menyatakan, pihaknya melarang masyarakat untuk bermain petasan lantaran bisa mengurangi kekhusyukan dalam menjalankan ibadah selama Ramadan.

“Di mana orang melakukan ibadah mau khusyuk, mau nyaman, tentu kita saling menjaga dan berkarakter toleransi,” katanya.



Trunoyudo juga menegaskan pihaknya tidak bakal segan melalukan penindakan norma pada para pelanggar terutama bagi mereka nan mengganggu kehikmatan dalam beragama selama bulan suci Ramadhan.

Selain penindakan bagi SOTR dan petasan, Polda Metro Jaya juga bakal melakukan penindakan lain. Seperti balapan liar hingga tawuran.

“Ini nan perlu kami sampaikan sehingga andaikan situasi nan sudah kondusif terus adanya gangguan ketertiban kemudian juga kemanan bagi terhadap masyarakat, tentu ini bakal menjadi proses nan paling akhir ialah proses penegakan norma ataupun penindakan nan tentunya ini dalam rangka menciptakan, mewujudkan juga memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat,” imbuhnya.

[Sumber: Suara]

Selengkapnya
Sumber Eramuslim.com
Eramuslim.com
Atas